Semua artikel

Biologi

Sarang busa

Jantan splendens membangun atap dari ludah dan udara. Telur diletakkan di situ, lalu dijaga. Bukan semua Betta begitu — sebagian mengasuh di mulut.

Jantan Betta splendens menjaga sarang busa di bawah daun

Cara kerjanya

Jantan yang siap mengunyah udara menjadi gelembung, merekatkannya dengan ludah di bawah daun, tutup, atau sudut kaca. Betina yang matang didekati; umbelikan (spawn) berlangsung di bawah sarang. Jantan menangkap telur yang jatuh dengan mulut, meniupnya ke busa. Betina biasanya diangkat setelah itu — di bak kecil ia bisa dimangsa. Jantan menjaga, memungut telur yang lepas, menolak yang berjamur.

Bukan hanya splendens

Kompleks splendens dan beberapa kerabat adalah pembuat sarang busa. Kompleks lain — pugnax, akarensis, waseri, banyak dwarf coccina — adalah pengasuh mulut: jantan (kadang betina) mengeram telur di rongga mulut sampai menetas. Mencampur keduanya di bak yang sama merusak keduanya. Pustaka menandai tiap spesies: busa atau mulut.

Yang sering salah

Sarang di toples tanpa daun adalah sinyal stres, bukan otomatis ‘siap kawin’. Mengangkat jantan terlalu cepat membuat telur jatuh. Mengangkat terlalu lambat membuat ia memakan larva. Suhu anjlok membusukkan busa. Panduan langkah ada di Perawatan — artikel ini hanya menjelaskan mengapa atap itu ada: di rawa yang naik-turun, telur di permukaan lebih beroksigen daripada di lumpur.